Ada banyak sekali perusahaan teknologi yang mulai berkembang dari tahun 1994 sampai sekarang. Selain itu, banyak juga dari perusahaan berbasis teknologi tersebut yang melakukan IPO di pasar saham. Tetapi, ada beberapa yang kurang beruntung dan akhirnya bangkrut, Salah satunya adalah Bubble Dotcom.

Masa 1994-5 Lahirnya Internet

Sebelum menjelaskan tentang dotcom bubble, mari kita mundur dulu ke tahun 1994 – 1995 ketika internet baru lahir. Saat itu orang – orang sudah menyadari bahwa internet akan menjadi jauh lebih besar dan menjadi bagian penting dalam hidup manusia. Perubahan tersebut baru saja dimulai, jadi banyak orang yang ingin memanfaatkan kesempatan tersebut.

Kondisi Bubble Dotcom

Sekitar tahun 1995 – 2000, orang – orang banyak yang berspekulasi untuk membuat perusahaan yang berhubungan dengan internet meskipun tanpa business plan yang jelas. Dan Venture Capitalist (Investor) saat itu menyuntikan dana besar – besaran ke perusahan – perusahaan tersebut.

Setelah mendapatkan dana dan berkembang, banyak eprusahaan yang go public dan sahamnya dibeli oleh masyarakat. Orang – orang bersemangat membeli saham perusahaan internet tersebut karena niainya naik terus – menerus. Kondisi inilah yang disebut sebagai Bubble dotcom.

Perkara yang TerjadiĀ  dengan Bubble Dotcom

Masalahnya, banyak dari perusahaan tersebut yang tidak sanggup menghasilkan keuntungan. Meskipun begitu, perusahaan yang masih merugi tersebut menghamburkan jutaan dolar untuk operasionaldan iklan , puncaknya untuk iklan di ajang Super Bowl tahun 2000.

Di tahun 2000 itu juga, harga saham dotcom mencapai puncak tertingginya. Saat itu indeks saham nasdaq mengalami kenaikan sebesar 582% dari Januari 1995 – Maret 2000. Spekulasi dan euforia teknologi baru ini akhirnya membuat saham – saham dotcom diharga sangat mahal, bahkan jauh melebihi nilai intrinsiknya.

Kenaikan harga gila – gilaan tanpa diiringi dengan profitabilitas perusahaan akhirnya menimbulkan kekhawatiran di pasar. Mulai banyak pihak memprediksi kebangkrutan perusahaan dotcom. Bahkan banyak analis di Wall Street mulai memberikan rekomendasi untuk calm down atau bahkan mengurangi posisi di saham dotcom. Alasannya karena harga sahamnya sudah sangat mahal

Saham dotcom akhirnya mengalami penurunan yang luar biasa karena derasnya aksi jual yang dilakukan oleh para investor. Triliunan dolar hilang musnah seketika dan orang – orang kehilangan uangnya. Bubble dotcom pun pecah.